bismillahirrahmaanirrahiim......
Allah
selalu memberikan apa yang benar benar kita butuhkan, lantas bukan
berarti Allah tidak mengabulkan apa yang kita inginkan, akan tetapi
Allah menunda dan mempersiapkannya sampai kita benar benar layak atau
siap menerima dan mendapatkannya, dengan tujuan agar terasa lebih
sempurna. Ayoooo berpikir positif kepada Allah, jangan banyak mengeluh,
bergerak ! karena Allah itu benar-benar baik.
ingat !?
Artinya: "Mohonlah (mintalah) kamu kepada-Ku, pasti Aku perkenankan (permintaan) kamu itu."
Maksud kata "Doa" (ud'ûnî) dalam ayat ini adalah, "memohon" atau "meminta." Yaitu, mohonlah (mintalah) kepada Aku (Allah) nisscaya Aku (Allah) akan perkenankan permohonan (permintaan) kamu itu.
itu adalah sebuah janji, dan janji
Allah takan pernah khianat, tinggal kitanya yakin atau tidak, atau
mungkin hanya setengah setengah?,Bagi
kita yang beriman kepada Allah dan hari akhir tentu yakin bahwa doa
memiliki andil besar atas keberhasilan dan kesuksesan seseorang.
Intinya
orang yang masih mau berdoa, yakin adanya kekuatan di luar kendali
segala upaya manusia. Bahkan kekuatan itu sangat dominan. Keyakinan
itulah yang disebut iman. Orang yang mau berdoa berarti ia yakin akan
kekuasaan mutlak Allah. Disinilah kemudian do’a menjadi sebuah bentuk
pelibatan Allah dalam segala aktifitas. Allah dijadikan sebagai sandaran
melakukan semua amalan. Sebelum berbuat tidak lupa minta bimbingan dan
restu-Nya. Akhirnya bila berhasil ia bersyukur, dan jika gagal dan salah
ia beristighfar.
Disinilah
pemahaman akan arti doa dan keterlibatan Allah mengantarkan seseorang
menemukan kelapangan dalam beraktifitas. Ia tidak stress dan putus asa
ketika gagal dan juga tidak sombong ketika berhasil. Ia tampil sebagai
sosok yang berbeda dan unik. Dalam sebuah ayat disebutkan: “Dan apabila
Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia: dan
membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan
niscaya dia berputus asa.” (Al Isro’: 82)
mari
kita perbaiki diri sehingga kita siap dan benar benar pantas
mendapatkan apa yang memang menjadi hak kita. menurut komarudi manusia
itu terbagi dua, yakni : orang yang optimis dan orang yang pesimis. dan
orang yang mendapatkan semuanya itu orang yang selalu optimis sehingga
dia memang pantas menerima dan mendapatkan semuanya. optimis adalah cara
untuk memperbaiki diri.
kuncinya,
seberapa kuat keyakinan kita terhadap kekuasaan Allah yang maha Kuasa
dan berkehendak, bukankah tak ada yang mustahil bagi Allah?. kun fa
yakun, jika Allah menghendaki, kenapa tidak !?. sedikit keraguan dalam
pikiran dan hati kita akan mempengaruhi proses cepat atau lambatnya do'a
kita terkabul.
nah
mari kita flash back terlebih dahulu. apakah anda pernah berdo'a atau
di do'akan menjadi orang yang berguna? apakah anda sadar bahwa do'a itu
terkabul !?. gak percaya !? ayo kita ingat-ingat! berapa sering ayah dan
ibu menyuruh kita?, berapa sering kita di mintai pertolongan oleh
saudara kita? seberapa sering kita di repotkan oleh teman teman kita
yang meminta pertolongan kita?. kalau begitu apa artinya itu ? yaa
artinya Allah menjadikan kita orang yang berguna, namun kita tak sadar
bahwa do'a itu terkabul, bahkan kebanyakan dari kita malah mengeluh dan
tak mau mensyukuri itu.
next ........!? mau lanjut lagi gak nih ??? ane lanjut ya di entri selanjutnya .....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar