Dalam sebuah buku yang
saya baca dengan judul la yahtasib yang di tulis oleh Umyung mustika, tertulis
bahwa dalam berdo’a jangan pernah posisikan Allah sebagai Pembantu. Dalam
berdo’a kita sering memposisikan Allah sebagai assisten atau pembantu” misalnya
kita minta di berikan ini, itu dansebagainya. Padahal Allah lah yang menilai
kita pantas atau tidak mendapatkan sesuatu. Karena Allah penya Rencana yang
terbaik buat hamba-Nya.
Ingat kita selalu
menuntut meminta berikan aku ini, itu, aku ingin begini, ingin begitu, Rizki aku,
Jodoh aku, Harta aku, dan aku aku dengan a kecil mari kita ubah huruf a (kecil)
menjadi A (BESAR). Maksudnya ketika kita meminta dengan A besar berikan Aku
ini, itu, Aku ingin begini, ingin begitu, Rizki Aku, Jodoh Aku, Harta Aku.
Maksudnya ? ya benar kita sandarkan semuanya kepada Allah dan kita harus meyakini
baik menurut Allah baik juga menurut kita. Rizki Aku rikzi yang Allah ridhoi,
jodoh Aku jodoh yang baik menurut Allah, sesudah itu kita benar benar pasrahkan
pada Allah, biar Allah yang ingin menjadikan kita seperti apa yang
dikehendaki-Nya. Tapi yang sering terjadi kita malah melawan, kita maunya
begini, maunya begitu, kalau kita begini kita akan begini.
Pernah membeli
sepatu ? atau apapun barang yang mempunyai ukuran ? kalo begitu mari kita ingat
ingat.! Pernahkah kita membli barang yang menurut kita bagus bentuknya,
warnanya namun kektika kita hendak membelinya dan kita coba ternyata barang itu
tak cukup, kebesaran, atau kekecilan, sehingga kita mendapatkan barang yang
merupakan pilihan kedua atau ketiga dan seterusnya sampai benar benar cocok dan
pas dengan ukuran yang kita punya atau inginkan. Apa artinya mungkin kita bisa
jawab, ya gak selamanya yang menurut kita bagus dan yang terbaik itu cocok dan
pas untuk kita , ,
Berteriak Sekeras
apa pun kita dalam berdo’a, Allah maha
mendengar rintihan suara hati kecil
atas apa yang benar benar kita butuhkan, bukan kah Allah
maha mengetahui. ingat bukan berarti
Allah tidak mengabulkan apa yang kita pinta tapi mari kita selidiki sebelumnya,
pertanyaannya apakah benar yang kita pinta itu apa yang benar benar kita
butuhkan , , dan apakah kita juga sudah pantas mendapatkannya.
Ada sebuah kisah
pemuda biasa saja sebut saja namanya Rahman. Anak dari keluarga sederhana dan
mungkin lebih cenderung kekurangan. Semenjak kelas 3 SMP dia menginginkan
Sebuah sepeda motor, namun dia sadar dengan keadaan keluarganya, dan tak mau
merepotkan dan menambah beban kedua Orangtua nya. Dia selalu berdo’a dalam
setiap ibadahnya karena sangat meninginkan sepeda motor namun sampe dia lulus
SMA do’anya belum kunjung terkabul. Sampai akhirnya dia bekerja dan mendapatkan
penghasilan sendiri. Dan saat itu dia membutuhkan kendaraan untuk bulak balik
kerja ya sebut saja minimal dia membutuhkan sebuah sepeda motor untuk
memfasilitasi kerjanya. Dan apa yang terjadi. ya pada usia 20 dia membeli motor
atas nama sendiri dan dengan uang dari hasil penghasilannya sendiri. Mantapkan
Allah selalu tepat waktu, dan memberi apa yang kita butuhkan juga dari
kepantasannya. Bukankah dia jadi lebih bangga dengan karena selain do’anya
terkabul dia jjuga bisa membeli motor dengan nama sendiri di SKKB nya dan yang
lebih penting dari hasil keringatnya sendiri sehingga dia bisa mendapatkan
kepuasan tersendiri. Sungguh Ada rencana yang terselip di setiap kejadian. Dan
gak ada yang sia sia .....
Dari kisah di atas
kita bisa memetik hikmah dan pelajaran yakni bahwa do’a itu pasti dikabul. Dan
jangan pernah takut do’a kita tak di terima atau di kabul. Allah tak akan
pernah lupa. Bagaimana mungkin kita sebagai orang muslim dan mukmin tidak di
dengar do’a nya sedangkan Setan yang seburuk-buruknya makhluk, ketika dia
meminta tenggang waktu kepada Allah untuk memperpanjang hidupnya hingga hari
kiamat, di kabulkan permintaannya.
Ingat seorang anak
kecil pun ketika menginginkan sesuatu sampai merengek menangis dan n lama
kelamaan orang tuanya pun risih dan gak tega dengan anaknya yang menangis
sehingga apa yang di inginkan anak itu pun diturutinya dengan menyelipkan
nasihat, jangan menagis lagi. Jangan cengeng .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar